Sebuah keluarga yang didalamnya ada ibu yang sedang mengandung dan dengan keadaan tidak percaya diri saat mengandung sehingga dia selalu berada didalam rumah dan jarang bersosialisasi dengan masyarakat.
Suatu hari..
desto : mama, bagaimana keadaan mama hari ini, apakah ada yang mama butuhkan?
Nina :Tidak ada pa, mama akan berada didalam rumah saja
Desto : menapa begitu ma? Saran papa, seharusnya mama lebih sering keluar rumah cari udara segar di pagi hari seperti ini supaya mama dan calon anak kita sehat
Nina : maaf pa, sepertinya tidak bias pa, mama malu dengan keadaan fisik mama sekarang yang sudah melar
Desto : papa lihat mama sekarang lebih canntik dan lebih terlihat sosok ke ibuannya. Ayo dong ma, demi calon buah hati kita ma..!
Nina : benar pa? mama tidakk mau kallu papa bohong, awas saja ya kalau papa bohong!
desto : iya sayang, papa terima hukuman apapun dari mama kalau papa bohong
Perbincangan masih terus berjalan desta sang suami dengan Julia sang istri. Di sela
sela pembicaraan mereka, terdengar suara bel rumah berbunyi yang ternyata adalah ibu dari Julia bersama temannya yang datang ingin melihat Julia yang hamil.
Ibu : asalamualaikum
Desto dan nina : waalaikumsalam
nina : apa kabar mama dan apa kabar tante?
Ibu : baik nak
Tetangga : iya tante juga baik, bagaimana dengan kehamilan pertamamu ini nak?
Nina : baik tante, tapi selama hamil nina jarang keluar rumah
Tetangga : iya tante lihat kamu jarang sekali keluar rumah, kenapa?
Nina : saya tidak PD lagi tante
Ibu : nak, mama tahu kok mengapa kamu tidak berani keluar rumah, tapi itu tidak bagus sayang, benar kan jeng?
Tetangga : iya benar, itu tidak bagus untuk calon bayi kamu kalau kamu tidak banyak bergerakk dan bersosialisasi dengan masyarakat
Ibu : benar nina, kamu tidak boleh mengurung diri seperti ini, kamu harus sering olahraga bersosialisasi dengan tetangga. Apalagi dengan yang sudah punya anak, kamu bias belajar dari mereka bagaimana menjadi seorang ibu
Tetangga : iya nina, supaya Nina tahu bagaimana peran menjadi seorang ibu, agar Nina nanti setelah melahirkan tidak terkejut lagi
Desto : benar sayang, sekarang mama berubah ya, demi kammi semua sayang juga demi calon anak kita
Di sela-sela perbincangan, handphone ibu berbunyi, ternyata telefon dari bidan yang ibu Nin
minta untuk memeriksa kandungan Nina. Ibu Nina pun menerima telfonnya dan berbincang.
Setelah selesai menelfon, tidak lama kemudian datanglah bidan beserta perawat ke rumah
Nina yang akan memeriksa kandungan Nina.
Bidan : asalamualaikum
Desto dan nina : wa alaikumsalam
Bidan ; apa kabar ibu nina
Nina ; Alhamdulillah baik bu. Ibu, ibu bidan ori kan yang sering memeriksa saya
Bidan : iya sayang, masih ingat sama ibu ini ibung datang dengan keponakan ibu yang sekarang sudah jadi perawat
Nina : iya dong bu, ibu masih cantik seperti dulu ya, oo ini keponakan ibu
Bidan : hehe bisa saja kamu nin, oh ya nin bagaimana rasanya hamil, enakkan? Sebentar lagi jadi ibu nih
Nina : nah itulah bu, Nina selama hamil ini berubah, Nina tidak percaya diri lagi, Nina malu kalau ingin keluar dengan badan nina yang sekarang yang sudah bengkak-bengkak dan melar ini
Desto : ibu bidan tolong kasih penjelasan kepada istri saya bu, saya takut berdampak buruk dengan calon bayi saya nantinya bu jika istri saya terus begini
Bidan :baiklah, ibu nina tidak boleh seperti itu, inikan kehamilan pertama nina, nina harus sering keluar rumah cari udara segar di pagi hari, jalan santai disekitar komplek rumah kalian saja dan bergaul kepada ibu yang sudah memiliki bayi. Supaya nanti setelah melahirkan nina tidak terkejut lagi.
Perawat : iya bu nina, tidak baik seperti itu, benar sekali apa yang dikatakan bidan, ibu sendiri yang harus merawat kesehatan ibu demi bayi yang ada dikandungan ibu agar lahir dengan lancer dan selamat.
desto : bagaimana sayang, sudah mau berubah kan, kasian dong suamimu ini juga calon anak kita kalau mama terus seperti ini
perawat : benar bu, sekarang berubah ya. Ibu itu cantik jadi nanti ibu juga akan melahirkan bayi yang cantik atau tampan pula bu juga dengan keadaan yang sehat
nina : terima kasih ya bu, juga buat mama dan suami tercinta terima kasih nasehatnya. Sekarang nina akan berubah1
desto : Alhamdulillah, senang sekali mendengarnya ma
Akhirnya Nina pun mau bersosialisasi dengan mayarakat dan percaya diri karena semangat dari suami pihak keluarga juga dari para tenaga medis serta tetangga.
Sehingga janin dalam rahimnya pun bertumbuh dengan baik dan Nina pun merasa percaya diri dengan kehamilannya.
Kesimpulan
Seorang ibu hamil itu cenderung tidak percaya diri dengan kehamilannya yang mungkin terasa aneh pada dirinya. Namun rasa percaya diri itu akan muncul dengan dukungan juga masukan dari keluarga juga masyarakat. Karena bersosialisasi saat hamil itu perlu, yaitu untuk mencapai peran sebagai seorang ibu.